Seperti mimpi nan mengejutkan, pulau Wakatobi secara pasti
menjadi pusat perhatian dunia. Layaknya sebuah bintang yang bersinar terang di
angkasa, menjadi tontonan setiap insan yang melihat dari kejauhan.
Memberi rasa penasaran, seperti apa wakatobi itu? Pertanyaan
itu, hanya akan terjawab, bila kita melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.
Mengapa tidak, Wakatobi dengan keindahan bawah lautnya, tidak bisa digambarkan
oleh kata-kata. Tidak ada kata yang mampu menggambarkan keindahan karang Wakatobi
yang sesungguhnya. Itulah mengapa, Wakatobi secara pasti telah memberi pukulan
yang membuat decak kagum bagi setiap insan di seluruh pelosok negeri.
Kehidupan Wakatobi tidak terlepas dari kehidupan para nelayan.
Terutaman nelayan suku Bajo yang hampir seluruhnya berprofesi dalam bidang
tersebut. Setiap harinya, masyarakat nelayan bajo memperoleh tangkapan ikan
yang mencukupi setiap harinya, tanpa adanya rasa kekurangan. Ini berarti bahwa,
ikan yang ada di laut, serta karang sebagai rumah para ikan, menjadi satu dan
saling berbanding lurus satu sama lain.
Seperti halnya, terumbu karang sehat,
ikan berlimpah. Masyarakat nelayan pun telah tergambar kesadaran bahwa, ikan
jangan di racuni ataupun “diledakkan” karena dapat memberi pengaruh yang sangat
buruk untuk perkembanganbiakkan ikan. Sehingga lambat laun, ikan tidak lagi
memiliki tempat tinggal yang menjadi sumber makanan baginya.
Kesadaran ini muncul seiring berjalannya waktu. Memang butuh
waktu untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri masyarakat nelayan yang tergolong
berpemikiran “jadul”(jaman dulu), apalagi kebanyakan dari mereka tidak menempuh
yang namanya jenjang pendidikan. Keadaan ini, memberi semacam tantangan buat
Pemerintah Daerah Wakatobi, untuk
memberi pemaham yang baik tentang kehidupan alam laut yang begitu menjanjikan
dan patut kita jaga kelestariannya, demi anak cucu kita nanti.
Setelah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO,
Wakatobi tentu menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Kini Wakatobi akan
lebih dikenal lagi oleh dunia internasional. Bintang yang dulunya bersinar
redup, kini menjadi bintang yang lebih
bersinar terang dibandingkan bintang-bintang yang lain. Pencapaian ini, tentu
tidak terlepas dari peran Pemerintah Daerah yang terus memperkenalkan Wakatobi
di mata dunia. Sehingga setiap pasang mata, tak
mampu berkedip dengan keindahan bawah laut Wakatobi yang menjadi pusat
segitiga karang dunia.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran serta
masyarakat Wakatobi umumnya, dan para nelayan khususnya, yang telah mampu
menjaga kelestarian karang, dengan tidak menggunakan racun yang mematikan,
dengan tidak lagi menggunakan bahan peledak yang dapat memporak-porandakkan
karang sebagai habitat tempat tinggal ikan. Masyarakat nelayan kini menggukan
alat penangkap ikan yang tergolong tidak merusak.
Sungguh tak dapat kita pungkiri, bahwasanya pencapaian yang
telah diraih oleh Wakatobi menjadi suatu hal yang sangat patut kita banggakan. Menjadi
pusat segitiga karang dunia adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta.
Anugerah ini patut kita jaga kelestariannya, jangan sampai rusak oleh tangan
kita sendiri.
Ini bukanlah suatu keberhasilan yang hanya saat ini saja. Ini
adalah keberhasilan untuk selamanya. Artinya, jangan jadikan keberhasilan ini
sebagai hasil akhir dari suatu pencapaian. Masih banyak tantangan yang menanti
hari esok. Masih banyak hal yang harus diperbuat guna menjadikan Wakatobi
sebagai surga nyata bawah laut.
Sesunggunhnya, keberhasilan yang diraih wakatobi saat ini
merupakan awal dari tugas yang berat
menanti kita kedepan. Kini saatnya kita bangkit setelah sekian lama kita
berjuang keras, Kini saatnya menunjukkan taji dimata dunia, kini saatnya kita
membuat dunia tahu, bahwa ada kita disini. Dengan keindahan yang tiada duanya,
inilah Wakatobi, dengan keindahan lautnya, dengan kebudayaannya yang beragam,
dengan keragaman bawah lautnya, Wakatobi akan menjadi pulaunya surga dunia.
Disamping itu, Wakatobi telah menyediakan rute transportasi
udara yang sangat mudah untuk dijangkau. Sehingga, setiap insan yang tidak
sabar pengen cepat-cepat menginjakkan kakinya di pulau Wakatobi dapat terpenuhi
hasratnya tersebut. Ini merupakan faktor pendukung terciptanya suasana yang
membuat nyaman. Pemerintah pusat dapat meninjau langsung keadaan Wakatobi tanpa
menunggu lama. Kehediran Bandara Matahora telah mendapatkan apresiasi dari
seluruh masyarakat Wakatobi. Bagaimana tidak, Awal pembukaan bandara dulu
dikerumuni oleh masyarakat Wakatobi. Ini menjadi bukti nyata apresiasi dan rasa
kagum masyarakat terhadap keberhasilan Pemenrintah Wakatobi hingga saat ini.
Bukanlah saatnya kita untuk merasa tercukupi. Pemerintah
Kabupaten Wakatobi dan masyarakat pada
umumnya harus lebih meningkatkan kesadaran dalam melindungi juga melestarikan
ikan dan terumbu karang yang ada. Hal ini akan menjadi salah satu contoh,
bahwasanya keberhasilan yang telah diraih merupakan keberhasilan yang akan
membuat kita tidak berhenti berusaha menjaga karang. Olehnya itu, bukanlah
suatu hal yang mustahil, kelak Wakatobi akan menjadi pusat kegiatan para
Wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara dalam
memanjakan diri dengan melihat laut dan karang yang tersebar luas di Kabupaten
Wakatobi.
Berbangga hatilah kita
yang telah dilahirkan dan dibesarkan di Kepulauan Tukang Besi. Pulau yang
dulunya terabaikan dan belum berpotensi sama sekali, sekarang telah menjadi
salah satu pulau yang menjadi pusat perhatian di mata dunia internasional.
Sehingga, sekarang dan hingga kelak nanti Wakatobi akan tetap menjadi pusat
perhatian dunia dan akan tetap menjadi kebanggaan dihati sanubari kita. (Created by.
La Ode Muhammad Sarfil)
(Facebook: Sarfil Aryez Saranghae)
Like...
BalasHapusokey...
BalasHapus